Proses terbentuknya bumi
Bumi adalah tempat kehiduapan dan makhluk hidup lainnya . Proses terbentuknya bumi tidak dapat dipisahkan dari terjadinya alam semesta meskipun para ilmuan tidak mengetahui secara pasti , tetapi mereka menyusun kemungkinan-kemungkinan yang masuk akal terjadinya alam semesta . Menurut teori planetisimal hypothesis. Pada awal abad ke-20 seorang ahli astronomi Amerika , Forest Ray mengemukakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali , pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain dengan kecepatan tinggi di dekat matahari .

Pada waktu bintng melintas didekat matahari dan jarak keduanya relative dekat , maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik keluar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas . Sebagian dari massa gas yang tertarik keluar dari lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari . Setelah bintang melintas , massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan disebut planetisimal . Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik-menarik bergabung menjadi satu dan akhirnya membentuk planet , termasuk bumi .

Sedangkan menurut Tori Weizsaecker seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri dari matahari oleh massa kabut gas . Sebgian besar masa kabut gas ini terdiri atas unsure ringan yaitu hydrogen dan helium karena panas matahari yang sangat tinggi maka unsure ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya , sedangkan unsure yang lebih berat tertinggal dan menggumpal . Gumpalan ini akan menarik unsur-unsur lain yang ada diangkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membebtuk planet termasuk bumi .

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_pembentukan_Bumi